23.3.10

Eternal Blue

Terinspirasi oleh gelapnya malam dan panasnya udara di tempat ini.

Terduduk dia di tepian jendela, menatap langit tanpa awan
Tersenyum membayangkan sesosok wajah yang begitu dia sayang

Mulutnya yang mungil terkadang berkomat-kamit mengucap kalimat tak bersuara
Sambil sesekali ia tersenyum dan menatap ke langit tanpa awan

Terdiam dia sambil meneteskan air mata
Terluka di dalam hatinya


Hatinya menjerit, merobek kesunyian malam itu,
"Ibu, aku tahu kini kau bahagia disana
Tanpa beban tanpa duka
Tapi apalah dayaku, tak bisa kubuat kau bahagia dalam hidupmu"


Terluka dalam hatinya
Menetes air mata di pipinya
Sambil sesekali ia tersenyum
Dan menatap langit tanpa awan

0 comments: