Tadi pagi saya membaca sebuah berita mengenai ketidakadilan dalam bidang hukum. Seorang terpidana yang dijatuhi hukuman 5 tahun penjara untuk kasus penyuapan jaksa, mendapatkan fasilitas yang "wah" dari rumah tahanan yang dimana dia ditempatkan. Dia tidak sendirian saja, tapi ada juga beberapa terpidana lain yang mendapat perlakuan serupa.
Hal ini akhirnya bisa diketahui secara gamblang oleh masyarakat luas, setelah tim Satuan Tugas Anti Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Fasilitas yang didapatkan antara lain alat kosmetik lengkap, alat fitness, bak mandi, kloset duduk, spring bed ukuran double, dan entah apa lagi. Berbagai alasan pun disampaikan oleh kepala rumah tahanan Pondok Bambu untuk memberikan pembenaran atas semua fasilitas yang didapat para tahanan tersebut.
Yang membuat saya heran adalah fasilitas lebih untuk tahanan tertentu ini baru diketahui oleh para pejabat di pemerintahan. Padahal di kalangan masyarakat hal ini bukan lagi sebuah rahasia. Pertanyaannya kemana selama ini para pejabat itu pergi? Memangnya tidak pernah ada laporan dari masyarakat yang masuk ke mereka? Kalau memang ada laporan dari masyarakat, apa mereka cuma menganggapnya angin lalu? Kalau begitu apa tugas mereka disana? Cuma duduk-duduk dan tidur di ruang rapat serta terima gaji dan fasilitas yang mewah?
Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka menyesal memilih si anu dan si itu waktu pemilihan legislatif kemarin. Karena semua janji-janji yang diucapkan pada saat kampanye, hanyalah sebuah janji kosong yang tidak akan pernah diwujudkan. Bahkan para anggota dewan tersebut terkesan seperti mengejar gaji besar yang ditawarkan oleh pemerintah untuk tutup modal yang mereka gunakan saat kampanye.
Tapi kembali lagi ke budaya bangsa Indonesia…kita cuma bisa berkeluh kesah tanpa ada jalan keluar dari semua masalah di negeri ini. Permainan politik adalah permainan orang-orang berduit yang mengejar kekuasaan tanpa batas, tanpa mempedulikan lagi bahwa bukan cuma mereka yang hidup di negara ini. Masih banyak orang-orang di luar sana yang membutuhkan perhatian, bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari lingkungan di sekitarnya.
Ini suara hati saya, opini saya sebagai warga negara Indonesia.
Read more....


